Senin, 20 Mei 2019

Lou Reed - The City In The Sea / Shadow

Memutar musik sekarang bisa dilakukan dengan mudah kapan serta di mana saja. Hanya dengan satu smartphone genggam, setiap orang bisa mendengarkan lagu atau menonton video musik favorit mereka melalui sebuah layanan offline atau online.

Jika ingin memutar secara online, kita harus terhubung dengan jaringan internet untuk dapat memutar semua lagu yang kita ingin mainkan.

Ada banyak software pemutar lagu dan video musik online yang bisa dipasang ke perangkat smartphone atau komputer. Umumnya layanan tersebut gratis.

Lou Reed - The City In The Sea / Shadow

Death has reared himself a throne
Kematian telah mengangkat dirinya sebagai takhta

In a strange city
Di kota yang aneh
Alone
Sendirian

Death has reared himself a throne
Kematian telah mengangkat dirinya sebagai takhta
In a strange city
Di kota yang aneh
Alone
Sendirian
Their shrines and palaces are not like ours
Kuil dan istana mereka tidak seperti milik kita
They do not tremble and rot
Mereka tidak gemetar dan membusuk
Eaten with time
Dimakan dengan waktu

Death has reared himself a throne
Kematian telah mengangkat dirinya sebagai takhta

Lifted by forgotten winds
Diangkat oleh angin yang terlupakan
Resignedly beneath the sky
Mengundurkan diri di bawah langit
The melancholy waters lie
Air melankolis terletak
A crown of stars
Mahkota bintang

In a strange city
Di kota yang aneh
Alone
Sendirian

A heaven God does not condemn
Surga yang tidak dikutuk Tuhan
But the everlasting shadow
Tapi bayangan abadi
Makes mockery of it all
Membuat olok-olok tentang itu semua

No holy rays come down
Tidak ada sinar suci yang turun
Lights from the lurid deep sea
Lampu dari laut dalam yang seram
Stream up the turrets silently
Streaming menara secara diam-diam
Up thrones, up arbors
Naik takhta, naikkan punjung
Of sculpted ivy and stone flowers
Dari bunga ivy dan batu pahatan
Up domes, up spires
Naik kubah, menara
Kingly halls all are melancholy shrines
Aula raja semuanya adalah kuil melankolis
The columns, frieze and entablature
Kolom, dekorasi dan entablature
Chokingly shockingly intertwined
Tersedak terjalin mengejutkan
The mast the viol and the vine
Tiang pelanggaran dan pokok anggur
Twisted
Bengkok

There amid no earthly moans
Di sana tidak ada rintihan duniawi
Hell rises from a thousand thrones
Neraka bangkit dari seribu takhta
Does reverence to death
Apakah penghormatan sampai mati
And death does give his undivided time
Dan kematian memang memberikan waktu yang tidak terbagi

There are open temples
Ada kuil terbuka
And graves on a level with the waves
Dan kuburan sejajar dengan ombak
Death looms and looks
Kematian tampak dan terlihat
Huge
Sangat besar
Gigantic
Raksasa
There is a ripple
Ada riak
Now a wave
Sekarang gelombang
Towers thrown aside
Menara dibuang ke samping
Sinking in the dull tide
Tenggelam dalam gelombang suram
The waves glowing redder
Ombak bersinar lebih merah
The very hours losing their breath
Jam-jam sangat kehabisan nafas

All the cunning stars
Semua bintang yang licik
Watching fitfully over night after night of
Menonton gelisah malam demi malam
Matchless ........ sleep
Tiada tara ........ tidur
Matched only with the whole of dream .......
Hanya cocok dengan seluruh mimpi .......
The tell-tale beating of the heart
Detak jantungnya berdetak kencang
The ......... breath
Nafas
The desire, the pose
Keinginan, pose
One poses upon the precipice
Satu berpose di jurang
To fall to run to dive to tumble to fall down
Jatuh berlari untuk menyelam jatuh jatuh
Down into the spiral down and then
Turun ke spiral ke bawah dan kemudian
One sees one's own death
Seseorang melihat kematiannya sendiri
One sees one committing murder or atrocious violent acts
Seseorang melihat seseorang melakukan pembunuhan atau tindakan kekerasan yang kejam
And then across the shadow
Dan kemudian melintasi bayangan
Not of man or God
Bukan dari manusia atau Tuhan
But the shadow resting upon the brazen doorway
Namun bayangan itu bersandar di ambang pintu yang kurang ajar

There were seven of us there
Ada tujuh dari kita di sana
Who saw the shadow as it came out from among the draperies
Siapa yang melihat bayangan ketika keluar dari antara tirai
But we did not dare behold it
Tapi kami tidak berani melihatnya
We looked down into the depths of the mirror of ebony
Kami melihat ke bawah ke dalam cermin kayu hitam
And the apparition spoke
Dan penampakan itu berbicara
I am a shadow
Saya hanyalah bayangan
And I dwell in the catacombs
Dan saya tinggal di katakombe
Which border
Perbatasan mana
The country of illusion
Negara ilusi
Hard by the dim plains of wishing
Keras oleh harapan yang redup

And then did we start shuddering
Dan kemudian kami mulai gemetaran
Starting from our seats
Mulai dari tempat duduk kami
Trembling
Gemetaran
For the tones in the voice of the shadow
Untuk nada dalam suara bayangan
Were not the tones of any one man
Bukan nada satu orang pun
But of a multitude of beings
Tetapi dari banyak makhluk
And varying in their cadences
Dan beragam dalam irama mereka
From syllable to syllable
Dari suku kata ke suku kata
Fell duskily upon our ears in the well
Jatuh senja di telinga kita di sumur
Remembered and familiar accents
Aksen yang diingat dan akrab
Of a thousand departed friends
Dari seribu teman yang pergi

Tags: #L #Lou Reed #Amerika

 



Previous
Next Post »

Posting Komentar